Masa Depan Itu Seperti Rumah [2]

Rangka Besi

Langkah selanjutnya dalam membangun sebuah rumah adalah membuat rangka dari besi. Rangka itulah yang akan mengikat dinding agar berdiri dengan kokoh. Dalam mengejar masa depan atau cita-cita, rangka besi ini bisa diibaraktan sebagai skill, keahlian, atau bakat. Keahlian yang dimaksud disini adalah keahlian yang tidak berkaitan langsung dengan cita-cita yang akan kita raih. Namun keahlian tersebut mendukung dan perannya sangat penting dalam mengejar masa depan. Misalnya kita ingin menjadi dokter, Maka keahlian lain yang dibutuhkan contohnya menguasai Komputer, berkomunikasi yang baik, menulis sesuai kaidah, mampu bersosialisasi dengan orang sekitar, atau keahlian pendukung lainnya.  Mengasah keahlian ini harus dilakukan maksimal ketika SMA. Namun apabila diasah lebih dini misalnya ketika SMP atau SD, maka itu akan jauh lebih baik.


Keahlian inilah yang harus menjadi rangka besi yang mengikat dinding-dinding rumah kita agar kuat. Selain itu Keahlian tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mencapai kesuksesan lain diluar cita-cita kita. Contohnya, kita bisa jadi dosen karena mampu berkomunikasi dengan baik, atau menjadi penulis karena bisa menulis sesuai kaidah, atau justru bisa menjadi penemu karena menguasai Komputer atau teknologi. Dalam sebuah bangunan, Besi yang kita jadikan rangka juga bisa dijadikan pagar atau Pengaman jendela. Inilah pentingnya kita mempunyai sebuah keahlian atau bakat, Oleh karena itu, kita perlu menemukan bakat kita secepat mungkin, agar kita bisa mengasahnya untuk lebih tajam.


Dinding

Membuat sebuah dinding untuk membangun rumah, kita membutuhkan bata yang disusun satu persatu dan tentunya harus rapih, agar berdiri tegak dan lurus. Dalam mengejar masa depan atau cita-cita, bata tersebut diibaratkan sebagai prestasi-prestasi kecil atau penghargaan yang kita dapatkan. Prestasi-prestasi  tersebut disusun menjadi dinding yang rapih dan kokoh tentunya. Untuk membuat dinding yang kokoh, kita tetap membutuhkan semen (Tekad yang kuat), Pasir (dukungan Finansial), dan Air (dukungan keluarga). Ketiga material tersebut yang akan dibuat menjadi adonan untuk mengikat bata, membuat plaster, dan melicinkan dinding agar semakin rapih.  

Prestasi-prestasi kecil yang dimaksud disini misalnya IPK yang bagus dan dikenal dosen. Atau mendapatkan penghargaan yang kemudian membuktikan kita menguasai bidang kita. Dalam mengejar cita-cita, tahap menyusun dinding ini dilakukan di perguruan tinggi.

Atap

Ketika prestasi dan penghargaan telah kita susun dengan rapih dan telah menjadi dinding yang kokoh, maka saatnya kita untuk membuat atap. Atap adalah tahap akhir dalam membangun sebuah rumah. Ketika dinding telah berdiri, maka itu artinya gelar perguruan tinggi telah kita dapatkan. Atap ini diibaratkan sebagai pekerjaan untuk mendapatkan uang yang tentunya digunakan untuk membangun keluarga sendiri.


Ketika gelar telah ditangan maka kita perlu menyusun rangka-rangka atap. Misalnya kita mendapatkan gelar dokter, maka rangka tersebut bisa dengan magang atau praktek di rumah sakit untuk mendapatkan pengalaman. Atau ditahapan lebih tinggi, kita membuat praktek sendiri. Pengalaman dan keahlian dalam bekerja inilah yang akan menjadi atap yang indah. Ketika sudah mempunyai atap yang indah, maka tahap selanjutnya adalah finishing.



  1.                                         1 2  Selanjutnya...
Blog, Updated at: 20.01