Perjalanan Ke Pulau Tidung

Berbulan-bulan jadi pengangguran selepas wisuda STAN, benar-benar membuatku jenuh. Apalagi cuma berada di kosan menunggu waktu pemberkasan. Oleh karena itu, untuk mengurangi sedikit kejenuhan, aku dan beberapa teman berniat untuk liburan. Liburan itu bisa dibilang dadakan dan nekat karena uang disaku tak sampai 400ribu. Setelah berembuk, akhirnya pilihan liburan tertuju ke Pulau tidung.


Ini adalah liburan yang pertama kali ke pulau tidung, dan tentu saja akan jadi pengalaman yang luar biasa, harapku. Perjalanan ke pulau tidung yang katanya ada "jembatan cinta" dimulai Minggu dini hari sekitar pukul 3.00. Berikut ini adalah rincian perjalanan yang aku lalui hingga sampai ke pulau tidung. Harga dibawah ini adalah pada akhir 2011.
  1. Berangkat dari kosan di sekitar kampus STAN, kemudian berjalan menuju Gerbang ceger.
  2. Naik angkot 05 dan turun sebelum jembatan di kebayoran
  3. Nyambung dengan angkot D.01 arah senen,
  4. Karena apes, kami diturunkan oleh sopir angkot di Blok M.
  5. Kembali naik D.01 yang lain dan turun di perempatan sebelum Harmoni
  6. Selanjutnya naik 08 sampai Stasiun kota
  7. Kemudian naik bis sejenis kopaja nomer 02, sampai muara karang. dan selanjutnya naik angkot sampai muara angke
  8. Namun karena sopir bisnya mau mengantarkan sampai pasar muara angke, kami tidak perlu lagi nyambung dengan angkot
  9. Sekitar pukul 05:00 kami turun di gerbang pelabuhan, lalu berjalan kaki sampai pelabuhan
  10. Karena kapalnya berangkat nanti jam 07:00, kami putuskan untuk sholat dan beristirahat di musholah pelabuhan
  11. 06:30 kami menuju bibir pelabuhan dan naik ke kapal yang menuju pulau tidung, (Nama kapal: Kurnia 1)
  12. Kapal berangkat tepat pukul 07.07 dan bersandar di pelabuhan pulau tidung sekitar pukul 09.34 (total perjalanan kurang lebih dua setengah jam)
  13. Langsung mencari penginapan dan menemukan di samping masjid terdekat dari pelabuhan, (penginapan Bpk. Ma'ruf)
  14. Sekitar pukul 10:00 kami merebahkan diri dan beristirahat
Perjalanan yang cukup panjang dan sangat melelahkan membuat tidur kami lelap. Kami baru terbangun sekitar pukul 14:00 siang. Setelah dirinci total biaya perjalan sampai penginapan tempat kami beristirahat adalah :
  1. Angkot 05                    : Rp 4.000
  2. Angkot D.01-Blok M    : Rp 3.000
  3. Angkot D.01-harmoni  : Rp 7.000
  4. Angkot 08                    : Rp 4.000
  5. Bis 02-muara angke    : Rp 6.000
  6. Asuransi jasa raharja  : Rp 2.000
  7. Kapal                           : Rp 30.000
  8. Penginapan(2 hari)     : Rp 80.000                                  
  9. Total                            : Rp136.000
Saran-saran untuk perjalanan sampai ke pulau tidung yang bisa saya bagikan yaitu
  1. Sebaiknya anda membawa cadangan makanan seperti mie instan atau sejenisnya untuk mengantisipasi harga makanan yang mahal.
  2. Sebelum naik angkot tanya dulu biayanya. Kalo bisa tawar dan pastikan sopir angkot akan mengantakan anda sampai tujuan, jangan sampai diturunkan di tengah jalan seperti yang kualami
  3. Anda juga bisa meminta pada bis 02 untuk diantar sampai pelabuhan 
  4. Untuk penginapan aku menganjurkan penginapan pak ma'ruf. Beliau mau meberi kami harga Rp 400.000 untuk dua malam. Harga ini kami dapat setelah tawar menawar yang panjang, harga sebenarnya adalah Rp 250.000 permalam. Kami berlima maka tiap orangnya kebagian Rp 80.000, jika anda berenam atau bertujuh otomatis akan jauh lebih murah. Kondisi kamar luas cukup untuk 5-7 orang, Full AC, ada TV dan Dispenser beserta air galon, dan 2 kipas angin jika penghuninya merokok. (CP : pak ma'ruf 085716043928)
Liburan di Pulau tidung sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan. Kesenangan dan kegilaan kami mulai dengan menyusuri pulau tidung sampai di ujung timur pulau (Jembatan Cinta). Kami berenang dibawahnya, setelah puas kami meyeberang ke anak pulau tidung dengan menyusuri jembatan kayu yang panjang. Hembusan angin yang sangat kencang memberi warna sendiri saat berjalan dia atas jembatan, kita harus extra hati-hati, agar tak tercebur ke laut.

Kemudian melanjutkan petualangan di anak pulau tidung, pulau tersebut belum dijadikan sebagai tempat pemukiman, jadi masih terlihat seperti hutan, di ujung pulau tersebut terdapat tempat pembibitan tanaman, pantai disekitar pembibitan itu juga lumayan bagus.

Kami bersantai beberapa jam di tempat itu lalu kembali ke komplek jembatan cinta untuk makan, kami cukup kelaparan, meskipun sebelum berangkat kami melahab mie instan yang kami bawa. Di sekitar jembatan cinta cukup banyak yang jualan makanan, melihat harga yang super mahal akhirnya kami memutuskan untuk kembali memakan mie instan yang harganya sedikit normal dibanding makanan lainya yaitu Rp 5.000, beda gopek dengan harga di warkop sarmili. Rata-rata harga makanan di sana yaitu Rp 15.000.

Setelah itu kembali ke penginapan. kami sengaja melewatkan sunset sore itu demi menyaksikan laga final piala dunia antar club antara barcelona dan santos. Jam delapan malam, kami menyewa sepeda (harga Rp15.000/24 jam) untuk mengelilingi pulau sekaligus mencari makan. Kami makan ikan bakar dengan porsi nasi super kecil (kira2 setengah warung Cek Ikin) harganya 15.000. setelah puas berkeliling kami pulang dan berisitirahat untuk menyiapkan tenaga buat snorkling keesokan paginya.

Mengawali hari dengan menyusuri jalan-jalan dengan mengayuh sepeda diringi hembusan angin sepoi-sepoi serta dihiasi pemandangan laut yang sangat indah. Pagi itu cerah dan sangat cocok untuk melihat karang dan memandangi ikan-ikan yang cantik. Kami mulai dari pinggir pantai dekat jembatan cinta (jembatan yang berbentuk setengah lingkaran yang tampak di sisi kanan foto).

Cukup mengecewakan sih saat melihat karang-karang yang mati dan berserakan begitu saja. Tapi kekecewaan itu sedikit terobati ketika melihat ikan-ikan yang beraneka ragam warna. Aku dan teman-teman bermain di tengah laut sampai siang, kulit serasa perih disengat matahari. Biaya snorkling 35.000 perorang, namun setelah kami tawar ahirnya bisa dapet 30.000 perorang. harga banana boat juga 35.000.

Setelah puas bersnorkling, kami pulang dan makan gado-gado dipinggir jalan + gorengan (gado2 Rp 6.000, gorengan 3000 @1000/biji). Karena keasyikan mengayuh sepeda, kami lalu sepakat untuk menyusuri sisi barat pulau yang selama ini belum kami jamah.

Pulau yang sangat panjang, dan lumayan indah. Pantainya juga lebih bersih dibanding pantai di bagian timur. Saran aja buat teman-teman yang mencari spot renang yang bagus, mungkin tanjung barat adalah pilihan yang baik.

Perjalanan menuju ujung barat pulau dilalui dengan membelah pemukiman, menerobos kebun kelapa yang luas, melewati padang ilalang yang mengesankan, sampai semak-semak belukar pun kami lewati. Keindahan ujung parat pulau dihiasi dengan pohon-pohon yang tumbuh di pinggir laut, pohon itu terlihat indah dengan background laut biru yang memanjakan mata
.
Tak lama kami disana, hanya menyempatkan waktu untuk berfoto-foto dan beristirahat sejenak, kemudian kembali ke penginapan untuk mandi dan beristirahat. Bersantai sambil bermain poker  di penginapan sembari menunggu sunset dateng, Aku dan teman-teman menyeduh mie untuk menambah energi. 




Ketika sore menjelang, kami bergegas kembali menuju jembatan cinta untuk menyaksikan keindahan sunset sore itu. Namun sayang sore itu awan sangat tebal sehingga menutupi matahari yang mulai terbenam. Kami memang cukup kecewa namun itu tidak menjadi masalah. 

Selepas magrib kami kembali ke penginapan untuk sholat lalu berjalan mencari makan. Semua warung tutup malam itu, mungkin karena pengunjung sepi atau entah apa alasan mereka tutup. Memang saat itu pengunjung pulau sangat sepi karena kami berada disana bukan pada saat weekend

Setelah capek berkeliling, kami memutuskan untuk makan bakso, kami tidak bertanya harganya, prediksi kami harganya pasti dibawah 10.000. Namun ternyata diluar dugaan kami, harganya 13.000 dengan porsi yang sangat sedikit (kira-kira 1/3 porsi bakso samping alfamidi ceger). Sama sekali tidak bikin kenyang. Setelah makan kami ke penginapan, tapi sebelumnya membeli roti untuk persiapan, kali aja tengah malam lapar lagi. Kami menghabiskan malam dengan bermain kartu. 

Setelah sholat subuh kami packing-packing dan bersiap untuk pulang. Kapal yang akan kami tumpangi berangkat kurang lebih jam 07.00. Sekitar jam 06:00 kami meninggalkan penginapan dan menuju pelabuhan. Tapi sebelumnya kami saparan dulu. Menyantap nasi uduk dengan porsi setengah, tidak membuat perut saya kenyang. 

Entah kenapa porsi makanan disana kecil-kecil, udah kayak angkringan aja. harga nasi uduk Rp 7.000 dengan nasi setengah, jika nasinya full, maka harganya Rp 9.000. Perjalanan kami akan segera berakhir, kami membeli tiket pulang seharga Rp 33.000, lalu naik ke kapal dan kembali mengisi waktu dengan bermain kartu.

Perjalanan ini sangat melelahkan namun menyenangkan. beberapa moment yang tak akan terbayarkan yaitu ketika berjalan kaki ke anak pulau tidung, bermain sepeda di malam hari mengelilingi pulau, menembus belahan barat pulau dan bersantai di ujung barat pulau tersebut. Moment yang paling aku sukai adalah snorkling di tengah laut meskipun karang tidak cukup bagus. 

Perjalanan pulang kami mulai dengan berjalan kaki keluar pelabuhan menuju pasar. Kami kebingungan mau naik apa untuk pulang, angkot yang terlihat disekitar pelabuhan hanya angkot 01 jurusan grogol - muara angke. Sebelum jembatan di luar pasar kami mendapat tawaran dari angkot 11 jurusan muara baru - muara angke untuk mengantar kami ke stasiun kota. 

  1. Setelah tawar menawar, akhirnya harga disepakai Rp 5.000 perorang. 
  2. Kemudian naik bus way sampe Blok M Rp. 3.500
  3. Lalu naik metromini 71 arah bintaro Rp. 2.000 
  4. Dan terakhir naik 05 arah ceger Rp 2.000. 
  5. secara keseluruhan total biaya perjalanan pulang kurang lebih 12.500 diluar tiket kapal. 
  6. Jika dibandingkan dengan biaya darat waktu berangkat, biaya pulang jauh lebih murah bahkan setengah harganya 
Perkiraan jumlah biaya yang saya keluarkan selama dua hari di pulau tidung adalah 

  1. Biaya berangkat + penginapan : Rp 136.000
  2. Sepeda : Rp 15.000
  3. Mie rebus : Rp 5.000 
  4. Snorkling : Rp 35.000
  5. Gado-gado + gorengan :Rp 9.000
  6. Bakso :Rp 13.000 
  7. Nasi uduk :Rp 7.000 
  8. Tiket kapal :Rp 33.000
  9. Biaya angkot sampai ceger : Rp 12.500
  10. lain-lain termasuk cadangan makanan yang saya beli sebelum berangkat :Rp. 50.000
  11. Total Rp 315.000,00 
  12. Sekian pengalaman yang bisa saya bagi kepada teman-teman. semoga bermanfaat
Blog, Updated at: 16.18